UAS Manajemen Keuangan 2011-2012


1.      ( Bobot 25% )
Precise machinery sedang menganalisis sebuah proyek yang dusulkan.Perusahaan mengharapkan untuk menjual 2.100 unit, dengan rentang plus atau minus 5 persen.Biaya variable per unit yang diharapkan adalah $260 dan biaya tetap yang diharapkan $589.000.Estimasi kedua jenis biaya tersebut dianggap akurat dalam kisaran 4 persen plus atau minus.Beban penyusutan adalah $129.000. Harga penjualan diperkirakan pada  $750 per unit, dengan rentang plus atau minus 2 persen. Tarip pajak adalah 35%.
a.       Hitung besarnya sales revenue berdasarkan scenario terburuk.
b.      Hitung besarnya contribution margin per unit berdasarkan scenario terbaik.
c.       Hitung besarnya total cost per unit berdasarkan scenario terburuk.
d.      Jika diasumsikan estimasi harga $755 dan variable lain di anggap tetap, hitung besarnya operating cash flow pada kondisi ini.
e.      Jika diasumsikan biaya tetap sebesar $590.000 dan variable lain dianggap tetap, hitung besarnya operating cash flow pada kondisi ini.

2.      ( Bobot 25 % )
Sekelompok mantan direksi BUMN berencana mendirikan sebuah perusahaan manufaktur. Perusahaan tersebut akan menghasilkan perlengkapan kantor. Terdapat 2 alternatif pendanaan. Rencana A, yakni menggunakan modal (equity) seluruhnya. Untuk itu akan dikeluarkan  1 juta lembar biasa dengan harga $20 per lembar. Rencana B, menggunakan financial leverage , yakni dengan mengeluarkan obligasi sebesar 10% dan besarnya dana yang dipinjam adalah $6.000.000. Tingkat pajak yang berlaku adalah 50%.
a.       Tentukan tingkat Indefferent EBIT untuk ke 2 alternatif pendanaan tersebut.
b.      Buktikan bahwa EPS untuk ke 2 alternatif tersebut adalah sama pada tingkat Indefferent EBIT.
c.       Buat grafik analisa EBIT – EPS untuk situasi ini ( buat sebaik mungkin, jangan asal-asalan).
d.      Jika diperkirakan / diproyeksikan bahwa tingkat EBIT mendekati $ 2.400.000, manakah alternative pendanaan yang menghasilkan EPS yang lebih tinggi ?
e.      Terkait dengan soal (d), jika diketahui bahwa PER untuk rencana  A adalah 10 dan PER untuk rencana (b) adalah 12, manakah alternative pendanaan yang dipilih ?

3.      ( Bobot 25% )
Sebuah perusahaan memerlukan dana sebesar Rp 6 Milyar dan merencanakan untuk tetap mempertahankan struktur modalnya. Kebutuhan dana akan diperoleh dengan bauran sebagai berikut (dalam jutaan rupiah):

                Obligasi                              Rp. 3.000                                             
                Saham preferen                   Rp.    300                                             
                Saham Biasa                       Rp. 2.700
                                                          Rp. 6.000

Saham biasa memiliki harga pasar sebesar Rp. 3.300. Floatation cost sebesar Rp. 300. Akhir tahun diperkirakan dividen sebesar Rp. 300 dan diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 3% per tahunnya.

Perusahaan berencana menerbitkan saham preferen dengan nilai nominal Rp. 800.000 dan tingkat dividen sebesar 11% . Harga pasar Rp. 776.000 namun perusahaan harus membayar floatation cost sebesar 5% dari harga pasar, jadi harga bersih yang diterima perusahaan adalah Rp. 737.200 per lembar.

Perusahaan juga merencanakan menerbitkan obligasi dengan harga pasar sama dengan nilai nominal yaitu Rp. 100.000.000 dan tingkat Bunga kupon     10%, secara tahunan dengan jangka waktu 4 tahun. Floatation cost sebesar Rp. 1.500.000. Tingkat pajak perusahaan 40%.

 4.      ( Bobot 25%)
Air spares adalah took grosir yang menyimpan stok komponen mesin pesawat terbang komersial. Pelanggan baru telah memesan 8 unit mesin turbin High-bypass,yang meningkatkan efisiensi bahan bakar. Biaya variable adalah $1.7 juta per unit, dan harga kredit $1,8 juta per unit. Kredit diberikan untuk satu periode, dan berdasarkan pengalaman historis, 1 dari 200 pelanggan gagal bayar. Tingkat pengembalian yang disyaratkan sebesar 3 persen per periode.
a.   Dengan mengasumsikan ini adalah one-time sale, apakah sebaiknya pesanan tersebut di penuhi ?, Ingat bahwa pelanggan tidak akan membeli jika tidak memperoleh kredit.
b.      Berapa probabilitas gagal bayarbreak-even pada soal (a) agar NPV sama dengan nol.
c.       Misalkan pelanggan yang terbukti tidak gaagl bayar menjadi pelanggan yang berulang dan memesan sejumlah yang sama setiap periode untuk selamanya, lalu diasumsikan bahwa pelanggan berulang tersebut tidak pernah gagal bayar. Apakah sebaiknya pesanan tersebut dipenuhi ?
d.      Berapa probabilitas gagal bayarbreak-even agar NPV sama dengan nol.

0 comments: