• Convallis consequat

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

  • Augue nullam mauris

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

  • Donec conubia volutpat

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

  • Primis volutpat tempor

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

Tampilkan postingan dengan label Soal UAS. Tampilkan semua postingan

Contoh UAS Makroekonomi 1 - Ekstensi FE

Soal 1
Apakah yang dimaksud dengan nilai tukar (exchange rate)? Apa hubungan exchange rate dengan purchasing power parity? Jelaskan!

Soal 2
Apakah yang dimaksud dengan interest rate parity? Jelaskan mengapa perbedaan suku bunga relatif tersebut bisa mengakibatkan perpindahan modal antar Negara (Capital Flow)!

Soal 3
Apa yang dimaksud dengan fixed exchange rate regime? Bagaimana cara/mekanisme negara bisa mengatur kurs dengan nilai tertentu tersebut?


Soal 4
Jika keseimbangan jangka pendek suatu Negara lebih kecil dari penawaran jangka panjang:

a. Bagaimana proses keseimbangan jangka pendek tersebut bergeser ke keseimbangan jangka panjang tanpa intervensi pemerintah? Apa dampak negatifnya? Jelaskan dan gambarkan dalam kurva!
b. Jelaskan bagaimana kebijakan fiskal bisa menggeser keseimbangan jangka pendek ke keseimbangan jangka panjang. Gambarkan juga dalam kurva!

Soal 5

Bagaimana Philips menjelaskan bahwa semakin tinggi laju inflasi ternyata bisa membuat tingkat pengangguran rendah? Gambarkan juga kurva Philips tersebut!



UAS Pengambilan Keputusan Manejerial 2011/2012


Link Download soal ada di akhir halaman

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2011/2012
Pengambilan Keputusan Manajerial
FE-UI – Ekstensi Manajemen


Soal 1 (30%)


JABODETABEK
Sabtu, 06 Agustus 2011 , 02:32:00

Sumber: http:// jpnn.com/read/2011/08/06/99972/Pemkot-Tangerang-Tolak-Perluasan-Bandara-Soetta



TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dengan tegas menolak rencana perluasan Bandara Soekarno-Hata (Soetta) yang ingin menjadi bandara kelas dunia pada 2014 mendatang dengan membuat runway baru serta penutupan pintu M1 yang menjadi akses masuk ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dari Kota Tangerang. Apalagi baik perluasan bandara dan penutupan pintu M1 itu akan dilakukan sepihak.

Dampaknya, dua rencana itu dipastikan menambah permasalahan bagi Kota Tangerang. ”Saya bingung dengan PT AP II yang tidak memberikan informasi terkait rencana pengembangan Bandara Soekarno-Hatta dan penutupan pintu M kepada pemerintah daerah (pemda, Red). Kebijakan itu pasti berdampak pada warga Kota Tangerang. Semestinya kami diberitahu,” terang Wakil Walikota Tangerang, Arief R Wirmansyah.

Dia mencontohkan, rencana pengelola bandara menutup pintu M1 akan berdampak kemacetan di Kota Tangerang menuju Bandara Soetta. Pasalnya, akses belakang Bandara Soetta itu menjadi salah satu jalur alternatif warga Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang menuju tempat kerjanya di Jakarta. ”Saya rasa penutupan pintu M1 itu bukan solusi terbaik,” cetusnya. 

Apalagi, sebelumnya PT AP II telah melakukan beberapa kali penutupan Pintu M1 tapi tidak permanen. Lantaran, pintu M1 kembali dibuka untuk umum setelah diprotes terkait maraknya pungutan liar (pungli). Seharusnya, ungkap Arief juga, sebelum PT AP II menutup akses pintu M1 dicarikan jalan pengganti atau jalur alternatif masyarakat dan penguna kendaraan yang biasa mengunakan jalur pintu M1 menuju Jakarta.

”Penutupan pintu M1 bandara belum saatnya. Tidak ada tujuan jelas dari PT AP II menutup pintu M1 itu. Kalau ditutup juga maka efeknya wilayah Kota Tangerang menjadi macet,” cetus Arief juga. Selain itu, ungkap Arief juga, rencana PT AP II mengembangkan Bandara Soetta dengan dana Rp 11,7 triliun juga belum melalui berbagai kajian. ”Kalau tidak dilakukan maka berdampak kepada masyarakat Kota Tangerang,” ungkapnya juga. 

Seperti dampak lingkungan dan kesehatan. Selama ini kebisingan mesin pesawat yang take-off dan landing menganggu masyarakat yang berdomisili di sekitar bandara. Seperti warga yang tinggal di Kecamatan Batu Ceper, Selapajang dan Neglasari. ”Sudah lama warga terganggu pendengarannya. Itu akibat kebisingan mesin pesawat. Rumah warga juga sering rusak akibat terkena hembusan angin pesawat,” cetusnya juga.  

Dampak lingkungan seperti itu yang seharusnya diantisipasi dari pengembangan Bandara Soekarno-Hatta yang ingin menjadi bandara kelas dunia pada 2014 bila ingin terwujud. Apalagi, program perluasan bandara itu akan membuat wilayah Kota Tangerang makin sempit. ”Kami akan meminta pemerintah pusat mencari alternatif lahan lain untuk perluasan Bandara Soekarno-Hatta ini,” ungkapnya lagi. 

Dia memberikan solusi ada lahan seluas 700 hektare milik Pertamina di wilayah Kabupaten Tangerang yang lokasinya cukup ideal untuk penerbangan. ”Saya rasa dana Rp 11,7 triliun cukup untuk membeli lahan baru dan dana pembangunan lapangan terbang baru di tempat lain. Jadi tidak harus di Kota Tangerang,” ungkapnya juga. Arif mencontohkan New York mempunyai dua bandara walau ada dalam satu daerah. 

Sementara itu, Deputi Senior General Manager PT AP II, Mulya Abdi mengatakan belum bisa mengomentari sikap penolakan Pemkot Tangerang terkait rencana pengembangan Bandara Soetta dan penutupan pintu bandara M1. ”Belum kami ketahui seperti apa keinginan mereka (pemda, Red) terkait penolakan itu,” ucapnya singkat. (gin)

Pertanyaan:
Analisislah kasus di atas menggunakan Soft System Methodologi (SSM) secara komprehensif. Buatlah langkah-langkah SSM secara urut dari langkah satu hingga langkah kelima.


Soal 2 (40%)
Analisa Kesusksesan Apple Ipad di Pasar Global
By PMDC imtelkom1 | Category: Case Studies | July 19,2011

Soal UAS Akuntansi Biaya 2011-2012


SOAL ABC (20%)
PT. Ekstensi membuat dua produk, AK dan MGT, serta mengaplikasikan overhead berdasarkan jam kerja langsung. Perkiraan overhead dan jam kerja langsung untuk periode mendatang adalah Rp80 juta dan 25.000 jam. Overhead PT Ekstensi Rp 80 juta dapat diidentifikasi dengan 3 aktifitas utama: pemrosesan pesanan (Rp15juta), pemrosesan mesin (Rp56juta), dan inspeksi produk (Rp9juta). Aktivitas ini masing-masing dipicu oleh umlah pesanan yang diproses, jam mesin yang dikerjakan, dan jam inspeksi. Informasi mengenai kedua produk adalah sebagai berikut:

AK
MGT
Perkiraan volume produksi
Direct material cost
Direct labor per unit
Pesanan yang diproses
Jam mesin yang dikerjakan
Jam inspeksi
4.000 unit
Rp40.000 per unit
4 jam @Rp12.000
200
22.000
8.000
3.000 unit
Rp25.000 per unit
3 jam @Rp12.000
300
18.000
2.000

Pertanyaan:
1.    Dengan asumsi jam kerja langsung digunakan sebagai dasar alokasi biaya overhead, hitunglah biaya produksi per unit untuk produk AK dan MGT! (5 poin)

UAS Manajemen Stratejik - 2011-2012 - cont


Soal 1.
a. Jelaskan inti dari "Business Strategy". Gambarkan bagan "Sources of distinctive competence at different stages of industrial evolution" dan jelaskan maknanya!
b. Jelaskan makna bagan "Grand Strategy Selection Matrix" dan "Model of Grand Strategy Clusters".
c. Uraikan pentingnya "Multibusiness Strategy" dan jelaskan apa nilai (value) dari Multibusiness Companies untuk pemegang saham dan perusahaan induk.
d. Uraikan makna bagan the "BCG Growth-Share Matrix"

Soal 2.
a. Uraikan pengertian "Functional Tactics".
b. Jelaskan "ORganizational Leadership" dan kompetensi apa saja yang harus dipunyai manajer.
c. Uraikan pengertian "Strategic Control".
d. Uraikan pengertian "Invention", "innovation", "entrepreneurship", "intrapreneurship", dan "intrapreneurship freedom factors".

Soal 3.

Bacalah penjelasan latar belakang soal berikut. Setelah itu, jawablah pertanyaan dan tugas yang harus dialakukan di Ujian ini (di butir 3.6).

3.1. Latar Belakang
Di Waipahu terdapat Danau Makili yang terletak di ketinggian 900m di atas permukaan air laut. Luas danau tersebut adalah sekitar 40 km2. Oleh Pemerintah Daerah, pengelolaan kegiatan kepariwisataan (rekreasi) di danau tersebut diserahkan kepada PT. Medanindo Rekrea Utama (MRU).

Perusahaan ini mengelola:
a. Sebuah hotel bintang tiga dengan 50 kamar, dimana terdapat kolam renang, restoran, dan berbagai fasilitas untuk rekreasi di danau (seperti Ski-Air, Perahu Motor dan Layar, Memancing, dsb).
b. Area Camping di "hutan" sekitar danau, luasnya 6 KM persegi.
c. Penyulingan air danau menjadi air bersih, baik untuk air ledeng maupun "air kemasan" (seperti Aqua).
d. Pembibitan ikan di danau.

Semua kegiatan di atas dikelola oleh Direksi PT. MRU.